Perlu dipahami bahwa hewan ternak yang wajib dizakati hanyalah tiga, yaitu unta, sapi dan kambing. Namun ini bukan berarti hewan ternak lainnya tidak wajib dizakati. Jika diniatkan untuk diperdagangkan, maka akan masuk dalam hitungan zakat barang dagangan sebagaimana pernah dibahas.

Ada tiga jenis hewan ternak yang wajib dizakati, yaitu:

  • Unta dan berbagai macam jenisnya.
  • Sapi dan berbagai macam jenisnya, termasuk kerbau.
  • Kambing dan berbagai macam jenisnya, termasuk kambing kacang (ma’iz) dan domba.
  •  

Hewan ternak dapat dibagi menjadi empat macam:

  • Hewan ternak yang diniatkan untuk diperdagangkan. Hewan seperti ini dikenai zakat barang dagangan walau yang diperdagangkan cuma satu ekor kambing, satu ekor sapi atau satu ekor unta.
  • Hewan ternak yang diambil susu dan digembalakan di padang rumput disebut sa-imah. Hewan seperti ini dikenai zakat jika telah mencapai nishob dan telah memenuhi syarat lainnya.
  • Hewan ternak yang diberi makan untuk diambil susunya dan diberi makan rumput (tidak digembalakan). Seperti ini tidak dikenai zakat karena tidak termasuk hewan yang diniatkan untuk diperdagangkan, juga tidak termasuk hewan sa-imah.
  • Hewan ternak yang dipekerjakan seperti untuk memikul barang dan menggarap sawah. Zakat untuk hewan ini adalah hasil upah dari jerih payah hewan tersebut jika telah mencapai haul dan nishob.

Syarat wajib zakat hewan ternak:

  • Ternak tersebut ingin diambil susu, ingin dikembangbiakkan dan diambil minyaknya. Jadi, ternak tersebut tidak dipekerjakan untuk membajak sawah, mengairi sawah, memikul barang atau pekerjaan semacamnya. Jika ternak diperlakukan untuk bekerja, maka tidak ada zakat hewan ternak.
  • Ternak tersebut adalah sa-imah yaitu digembalakan di padang rumput yang mubah selama setahun atau mayoritas bulan dalam setahun. Yang dimaksud padang rumput yang mubah adalah padang rumput yang tumbuh dengan sendirinya atas kehendak Allah dan bukan dari hasil usaha manusia.
  • Telah mencapai nishob, yaitu kadar minimal dikenai zakat sebagaimana akan dijelaskan dalam tabel. Syarat ini sebagaimana berlaku umum dalam zakat.
  • Memenuhi syarat haul (bertahan di atas nishob selama setahun).

 

Kadar wajib zakat pada unta

5-9 ekor                      1 kambing (syah)

10- 14 ekor                 2 kambing

15-19 ekor                  3 kambing

20-24 ekor                  4 kambing

25-35 ekor                  1 bintu makhod (unta betina berumur 1 tahun)

36-45 ekor                  1 bintu labun (unta betina berumur 2 tahun)

46-60 ekor                  1 hiqqoh (unta betina berumur 3 tahun)

61-75 ekor                  1 jadza’ah (unta betina berumur 4 tahun)

76-90 ekor                  2 bintu labun (unta betina berumur 2 tahun)

91-120 ekor                2 hiqqoh (unta betina berumur 3 tahun)

121 ekor ke atas         setiap kelipatan 40: 1 bintu labun, setiap kelipatan 50: 1 hiqqoh

 

  • Kadar wajib zakat pada sapi

30-39 ekor      1 tabi’ (sapi jantan berumur 1 tahun) atau tabi’ah (sapi betina berumur 1 tahun)

40-59 ekor      1 musinnah (sapi betina berumur 2 tahun)

60-69 ekor      2 tabi’

70-79 ekor      1 musinnah dan 1 tabi’

80-89 ekor      2 musinnah

90-99 ekor      3 tabi’

100-109 ekor  2 tabi’ dan 1musinnah

110-119 ekor  2 musinnah dan 1 tabi’

120 ke atas      setiap 30 ekor: 1 tabi’ atau tabi’ah, setiap 40 ekor: 1 musinnah

 

  • Kadar wajib zakat pada kambing (domba)

40-120 ekor            1 kambing dari jenis domba yang berumur 1 tahun atau 1 kambing dari jenis ma’iz yang berumur 2 tahun

121-200 ekor          2 kambing

201-300 ekor          3 kambing

301 ke atas              setiap kelipatan seratus bertambah 1 kambing sebagai wajib zakat

Berserikat (khulthoh) dalam kepemilikan hewan ternak ada dua macam:

Pertama: Khulthoh musyarokah, yaitu berserikat dalam pokok harta di mana nantinya tidak bisa dibedakan antara harta yang satu dan lainnya.

Contoh: Si A memiliki Rp.5 juta dan si B memiliki Rp.5 juta lalu keduanya membeli beberapa kambing. Bentuk serikat semacam ini dikenai zakat terhadap harta yang mereka miliki, seakan-akan harta mereka adalah milik satu orang.

Kedua: Khulthoh mujawaroh, yaitu berserikat dalam nishob hewan ternak  yang memiliki keseluruhan haul yang sama dan kedua harta orang yang berserikat bisa dibedakan satu dan lainnya. Bentuk serikat semacam ini dikenai zakat seperti teranggap satu orang jika memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Yang berserikat adalah orang yang dikenai kewajiban mengeluarkan zakat. Sehingga serikat yang terdapat kafir dzimmi dan budak mukatab tidak termasuk.
  • Telah mencapai nishob ketika diserikatkan. Jika tidak mencapai nishob ketika digabungkan, maka tidak ada zakat.
  • Sama dalam keseluruhan haul.
  • Berserikat dalam hal-hal berikut: (a) memiliki satu pejantan, (b) pergi merumput dan kembali berbarengan, (c) digembalakan pada satu padang rumput, (d) satu ambing susu, (e) satu kandang untuk beristirahat.