LAZISWahdah.com, Sigi — Ikhtiar dalam membantu korban gempa terus dialirkan hingga ke pelosok-pelosok Sulawesi Tengah. Tim Medis yang diketuai dr. Mujahid melakukan aksi kesehatan di sebuah daerah pegunungan tepatnya di Desa Oo Kec. Kulawi Selatan Kab. Sigi.

Perjalanan dalam menembus lokasi ini tidak memerlukan waktu yang sangat lama karena kondisi jalan yang masih baik. Hanya saja, letaknya yang sedikit terpencil dari lokasi perkotaan membuat wilayah ini sering tidak terjamah oleh bantuan.

Salah seorang pasien bernama Ester Tawue (68) menderita sebuah penyakit serius dibagian jemari kakinya. Terlihat beberapa pembengkakan pembuluh darah yang sudah meracuni hampir semua bagian pergelangan kakinya.

“Tidak ada jalan lain kecuali amputasi,” ucap dr. Mujahid saat memeriksa kondisi ibu Ester.

Enard Tawue, suami dari ibu Ester mengatakan, awal mula pembengkakan terjadi beberapa bulan yang lalu.

“Saat itu hanya muncul benjolan kecil mirip mata ikan. Namun semakin hari semakin membesar dan jadinya seperti ini,” tukasnya.

Satu bulan yang lalu, ibu Ester sempat dirawat di RS Umdata kota Palu. Namun hingga satu bulan dirawat tidak ada perubahan, akhirnya keluarga berniat mengobatinya dengan metode alternatif.

“Kita hanya pakai daun alam,” kata pak Enard.

“Kalau bapak mau dan setuju ibu dioperasi, maka kami dari Wahdah siap memfasilitasi ibu ke rumah sakit. Kami punya Ambulance,” ucap dr. Mujahid.

Seharian penuh bertugas melayani pasien dengan mobile, pasien yang diobati berjumlah 219 orang.

“Alhamdulillah ini capaian luar biasa,” tambahnya.

Layanan kesehatan juga dilakukan di daerah pengunjungsian Kelurahan Balaroa dan kompleks SMP Negeri 13 kota Palu. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *