Kiusah orang yang terakhir kali masuk surga
LAZISWahdah.com – 
Setelah Allah memberikan putusan bagi seluruh manusia pada hari kiamat (ahli surga dan neraka). Allah ta’ala dengan rahmatnya ingin mengeluarkan sebagian ahli neraka, maka Ia memerintahkan MalaikatNya untuk mengeluarkan hambaNya dari neraka yang tidak berbuat syirik dan mereka telah mengucapkan kalimat tauhid. Malaikat mengenali mereka dengan adanya bekas sujud pada tubuh mereka, karena Allah telah mengharamkan bekas tersebut dari api neraka.

Akhirnya mereka pun keluar dari neraka dengan tubuh mereka yang telah hangus terbakar. Lalu disiramkanlah kepada mereka air (yang disebut air kehidupan) sehingga mereka pun tumbuh kembali layaknya biji yang tumbuh setelah terkena air. Kemudian Allah memberikan putusan bagi mereka.

Namun tinggallah satu orang yang wajahnya masih menghadap ke neraka. Ia memohon pada Rabbnya seraya berkata: “wahai Robbku palingkanlah wajahku dari neraka karena hawanya meracuniku dan jilatan apinya membakarku” kemudian ia terus meminta dan meminta. Maka Allah berkata: “Apakah jika Aku kabulkan permintaanmu engkau akan meminta yang lain?”hamba ini menjawab: “wahai Robb, aku tidak akan memintamu selain itu” dan ia pun berjanji pada Allah untuk tidak meminta yang lain, maka Allah palingkan wajahnya dari neraka.

Kemudian ketika ia telah menghadap surga dan dapat melihatnya dengan jelas ia terdiam sejenak, lalu berkata: “wahai Robbku dekatkanlah aku ke pintu surga” Allah pun berkata: “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta yang lain setelah permintaanmu yang pertama? Celakalah engkau wahai anak Adam Sungguh cepat engkau melanggar janjimu”. Namun hamba itu terus memohon dan memohon hingga Allah berkata padanya: “Apakah jika Aku kabulkan permintaanmu engkau akan meminta yang lain?” ia menjawab: “Sungguh demi keagungan-Mu aku tidak akan meminta yang lain”. Ia pun berjanji pada Allah, maka Allah mendekatkannya ke pintu surga.

Setelah ia berdiri di depan pintu surga, maka terhamparlah di hadapannya surga sehingga ia dapat melihat kebaikan dan kebahagiaan surga tersebut. Ia pun terdiam sejenak, lalu berkata: “Wahai Robbku masukkanlah aku ke surga”. Maka Allah berkata padanya: “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta yang lain selain permintaanmu tadi? Celakalah engkau wahai anak Adam Sungguh cepat engkau melanggar janji”. Hamba itu menjawab: “Wahai Robbku janganlah engkau jadikan aku hamba-Mu yang paling sengsara”. Dan ia pun terus memohon pada Allah sampai Allah tertawa melihatnya, kemudian berkata: “Masuklah engkau ke dalam surga”.

Dan ia pun akhirnya masuk ke dalam surga. Lalu Allah kembali berkata padanya: “Silakan engkau berangan-angan” maka ia pun meminta pada Robbnya dan berangan-angan sampai-sampai Allah mengingatkannya ini dan itu. Dan setelah ia berhenti meminta ini dan itu Allah berkata padanya: “Aku kabulkan segala keinginanmu tadi dan aku lipat gandakan”.

Cerita ini diterjemahkan dari hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim[1]. Sahabat Abu Hurairah mengatakan:“Orang itu adalah orang yang terakhir kali masuk surga”.

Sungguh pasti banyak sekali hikmah yang tak ternilai harganya dari hadits ini, silakan pembaca merenunginya dan menghayatinya sembari kita berdoa kepada Allah ta’ala agar kita dijadikan sebagai ahli surga dan dijauhkan dari siksa neraka, amiin.

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل ونعوذبك من النار وما قرب إليها من قول وعمل

 

[1] Shohih Bukhori no.(6573) dan Muslim no.(299)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *