Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail.”

[Diriwayatkan dari sahabat, Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ’anhu,Shahih Targhib wa Tarhib, Syekh al Albani]

Do’a Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam

Nabi Ibrahim ‘Alaihis-Salam pernah berdoa agar Allah memberikan masyarakat Makkah rezeki dari buah-buahan. Bapak para nabi itu berdoa agar Makkah menjadi wilayah yang memakmurkan seluruh masyarakat. Kemakmuran itu tidak hanya bagi orang-orang yang beriman, namun juga seluruh masyarakat.

Doa Nabi Ibrahim dan perjuangannya mendirikan Baitullah dan Ka’bah telah mengubah wajah Makkah. Setiap tahun, Makkah dikunjungi jutaan peziarah dari seluruh dunia. Tidak hanya ketika musim haji, namun juga bulan-bulan lain.

Kehadiran mereka membuat berbagai sumber makanan datang dari berbagai negara. India, Thailand, dan Cina mendominasi barang dan buah yang masuk ke Makkah. Semua bahan makanan ada di Makkah. Apa pun, silakan sebut. Bahkan, jengkol dan pete aja ada di Makkah, bukan bercanda belaka. “Harganya sekitar Rp 200 ribu per kilogram. Pesan saja sama saya,” Begitu kata Ujang, seorang Indonesia yang sudah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Makkah sebagai juru masak.

Kenyataan itu hanya satu bukti sederhana keberkahan kota ini, seperti doa Nabi Ibrahim yang menginginkan berbagai makanan masuk ke Kota Makkah. Mari perhatikan terjemahan ayat ke 126 surah al-Baqarah [2] berikut ini:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Sumur Zamzam dan Keberkahan Kota Makkah

Jika hanya itu alasan Kota Makkah sebagai kota yang dirahmati, maka mungkin banyak yang tidak sepakat. Sebab, ada banyak kota serupa. Tapi, ada satu sumber makanan yang tidak dimiliki oleh masyarakat di kota lain di seluruh dunia. Namanya, air Zamzam. Nama yang tidak asing lagi bagi pembaca tentunya.

Siapa yang tidak mengenal sumur Zamzam? Seluruh umat Islam pasti mengenalnya, apalagi bagi mereka yang pernah masuk ke Masjid al Haram di Makkah. Bagi yang tidak atau belum pernah masuk ke Masjidil-haram, sumur Zamzam dapat dikenal dari buku-buku agama. Secara saintifik, sumur Zamzam dapat ditelaah dan dipelajari. Ilmu yang mempelajari masalah ini dalam cabang ilmu geologi disebut dengan hydrogeologi.

Air Zamzam menjadi sumber penghidupan dan melimpah ruah. Air ini tidak berhenti mengalir meski jutaan manusia meminumnya berliter-liter setiap hari. Bahkan, meskipun memasuki musim haji, saat di mana jutaan orang mengambil air tersebut, sumber air tersebut tidak pernah kering sekalipun.

Sumur zamzam disebutkan memiliki komposisi garam dan mineral yang tetap stabil. Tidak ada sekalipun orang yang mengeluh sakit atau terganggu kesehatannya karena minum air zamzam.

Jika pada sumur-sumur biasa terjadi pertumbuhan organisme seperti hewan (bakteri) atau tumbuhan (lumut) di dalamnya sehingga air tak bisa dikonsumsi, maka pada sumur zamzam tak ditemukan keberadaan organisme apapun.[]

Sumber : Majalah Sedekah Plus Edisi 21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *