wudhuLAZISWahdah.com – Ibadah wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima -ketika masih berhadats- sampai dia berwudhu.“ (HR. Bukhari)

Kendati sederhana, namun kegiatan bersuci sebelum mengerjakan shalat ini ternyata manfaatnya sangat besar. Dari hasil studi dan riset para sarjana dan ahli kesehatan dunia, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari bermacam penyakit.

Salah satunya adalah hasil kajian mendalam yang dilakukan Muhammad Salim, tentang manfaat wudhu untuk kesehatan. Dalam penelitiannya itu, Salim juga menganalisis komparasi masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari sebelum mendirikan shalat.

Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.

Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. “Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian menyemburkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian,” kata Salim. Dari penelitiannya ini pula, Muhammad Salim berhasil meraih gelar master dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Kairo, Mesir.

Jauh sebelum adanya penelitian ini, Rasul Shallallahu “alaihi Wasallam telah bersabda, “Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), kecuali jika kamu berpuasa.” (al-Hadits)

Tadabbur Ulama Nusantara

Buya Hamka, seorang tokoh ulama berpengaruh di era 80-an dalam bukunya yang berjudul Lentera Hidup, menuliskan keutamaan wudhu dan mengaitkannya dengan konsep penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs. Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaruinya.

Dalam buku tersebut, tokoh yang dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (2011) ini menerangkan hikmah wudhu itu, beliau, rahimahullah menerangkan:

“Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan. Mencuci tangan dengan air dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadits dan dalil tidak ditemukan.”

Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali sehari semalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya’ (keji) dan mungkar (dibenci).

Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. “Bukanlah kita hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga.” Wallahu A’lam***

1 Komentar pada “Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan Jiwa & Raga”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *