Makna dan Karakteristik Islam
LAZISWahdah.com 
– Islam merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Allah sebagai pedoman hidup bagi manusia. Islam merupakan agama yang dicintai, diridhai, dan diterima oleh Allah. Islam juga merupakan satu-satunya jalan yang lurus menuju Allah
Ta’ala.

Sayangnya sebagian Muslim belum memandang dan menganggap Islam sebagai karunia Allah yang patut dijaga dan disyukuri. Atau sebagian yang mengaku Muslim belum merealisasikan keislamanyya secara benar dan sungguh-sungguh sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Hal itu boleh jadi disebabkan oleh ketidaktahun mereka terhadap hakikat dan karakter Islam itu sendiri.  

Oleh karena itu tulisan ini akan menguraikan makna dan karakteristik khas Islam. Dengan harapan menumbuhkan kesadaran berislam serta meningkatkan sikap bangga (i’tizaz) dalam berislam.

Secara bahasa Islam bermakna;  Penyerahan diri, ketundukan dan kepatuhan, keselamatan, serta kedamaian dan perdamaian. Makna Islam menurut bahasa yang  berarti penyerahan diri, ketundukan, dan kepatuhan dapat ditemui dalam ayat- ayat-ayat al-Qur’an dan hadits, diantaranya; surah Al-Baqarah [2] ayat 128, 131 dan 133, Al…. [27] ayat 44, Maryam [19] ayat 39, Az-zumar [39] ayat 73, al Anbiya [21] ayat 69:

Wahai Tuhan kami, jadikanlan kami (Ibrahim dan Isma’il) sebagai orang yang tunduk dan berserah diri padamu  (muslimaini laka), dan jadikan pula anak keturunan (dzurriyah) kami sebagai ummat yang tunduk dan berserah diri padamu, . . . “ (Terj. Qs. Al-Baqarah [2]: 128).

Do’a di atas di atas dipanjatkan oleh Ibrahim dan putranya Isma’il ‘alaihimassaalam usai membangun Kaa’bah, sebagaimana dijelaskan pada ayat sebelumnya. Keduanya memohon beberapa hal. Diantaranya memohon dijadikan sebagai orang yang ber-Islam kepada Allah. Menurut Ibnu Jarir sebagaimana dikutip Imam Ibnu Katsir, makna Islam dalam ayat tersebut adalah berserah diri kepada ketentuan dan perintah Allah, tunduk dengan melakukan ketaatan pada-Nya, serta tidak tidak syirik dalam melakukan ketaatan dan ibadah.

Pada ayat selanjutnya (131) Allah menyuruh Ibrahim, “Tatkala Tuhanya berkata kepadanya berserah dirilah (aslim), ia berkata aku telaah berserah diri dan tunduk (aslamtu) kepada Rabb semesta alam” (Terj. Qs. Al-Baqarah [2]: 131). Maksudnya Allah menyuruh beliau untuk ikhlas, berserah diri (istislam) dan tunduk kepada-Nya.

Sedangkan makna Islam  yang berarti keselamatan  terdapat dalam hadits;

الْمُسلمُ مَن سلِمَ الْمُسلِمُوْن منْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Orang Islam (Muslim) adalah yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Adapun secara istilah Islam bermakna penyerahan diri kepada Allah dengan tauhid dan ketundukan pada-Nya dengan melakukan ketaatan serta berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya. (Syekh Muhammad bin Abdul Wahab, Ushul Tsalatsah,).

Dari pengertian ini nampak bahwa hakikat dari Islam adalah penyerahan diri dan ketundukan kepada Allah serta berlepas diri dari kesyirikan dan orang musyrik. Penyerahan diri kepada Allah yang merupakan inti Islam mengejawantah dalam tauhid. Yakni mengimani kemahaesaan Allah Ta’ala sebagai satu-satu-Nya Dzat yang berhak disembah dan diibadahi. Sedangkan ketundukan pada-Nya diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah. Yakni dengan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Selain itu ketundukan dan ketaatan kepada Allah juga harus nampak pada pengamalan rukun Islam yang lima. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendefinisikan Islam dengan rukun-rukunnya yang lima. Sebagaimana jawaban beliau ketika ditanya oleh malaikat Jibril, “Kabarkan kepadaku tentang Islam”. Rasul menjawab, “Islam adalah anda bersyahadat La Ilaha Illallah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menuanikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan berhaji ke baitullah jika anda mampu”. (HR. Muslim, Tirmidziy, Nasai, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Jadi, makna Islam yang berarti pasrah, tunduk, dan patuh kepada Allah adalah tunduk, pasrah, dan patuh kepada Allah dengan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karasteristik Islam

Pengertian Islam seperti dijelaskan di atas sekaligus mencerminkan Islam sebagai agama wahyu yang memiliki karasteristik khas yang membedakannya dengan agama lain buatan manusia. Berikut ini diantara uraian singkat karakter khas dari Islam:

1. Rabbani

Islam adalah satu-satunya agama Rabbani atau agama wahyu. Rabbani adalah nisbat kepada Rabb (Tuhan). Jadi makna Islam sebagai agama Rabbani artinya Islam merupakan agama satu-satunya yang diturunkan oleh Allah Ta’ala Rabbul ‘alamin. Sebab Al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan sumber hukum Islam datang dari Allah Tuhan semesta alam. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Haqqah ayat 38-43 dan An-Najm ayat 3-4.

2. Agama Sempurna

Sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah, maka Islam menjadi agama yang sempurna. Sempurna artinya tidak lagi membutuhkan penambahan dan pengurangan. Kesempurnaan Islam ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 3.

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. al-Maaidah [5]: 3)

3. Agama Yang Integral (Menyeluruh)

Sebagai agama wahyu  dan kamil (sempurna), Islam telah mencakup seluruh aspek kehidupan (integral/syamil). Artinya mencakup sisi dan aspek kehidupan manusia. Sebab Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman hidup ummat Islam telah menjelaskan segala hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan mereka, sebagaimana Allah tegaskan dalam Surah an-Nahl [16] ayat 89;

“ . . . dan kami turunkan kepadamu (Muhammad) Kitab (al-Qur’an) sebagai penjelasan segala sesuatu, petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim (yang berserah diri)”. (terj. Qs. An-Nahl [16]:89).

4. Agama Yang Lurus (Qayyim)

Konsekuensi dari Islam sebagai satu-satunya agama wahyu yang bersumber dari Allah, maka Islam juga merupakan satu-satunya agama yang lurus. Artinya Islam adalah satu-satunya agama yang dapat mengantarkan manusia kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman;

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Allah ciptakan manusia  di atas (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus (dinul qayyim), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (terjemahan QS. Ar-Rum [30]:30).

5. Agama Fitrah

Islam yang kita diperintahkan  oleh Allah untuk tetap istiqamah di atasnya merupakanagama fitrah dimana setiap manusia diciptakan di atas fitrah tersebut. Sebagaimana diterangkan dalam ayat 30 surah Ar-Rum di atas dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Imam Muslim; “Tidak ada manusia yang lahir, melainkan ia terlahir di atas fitrah, lalu kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi”. (terjemahan HR. Muslim).

6. Agama Untuk Seluruh Alam

Islam diturunkan oleh Allah sebagai risalah kepada seluruh manusia bahkan kepada semesta alam. Karena nabi Muhammad selaku pengemban risalah Islam yang terakhir diutus oleh Allah kepada seluruh manusia bahkan selurh alam, sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam surah Al-A’raf [7] ayat 158, dan Saba ayat 28:

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, (terjemahan Qs. Al-A’raf [7]:158).

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (terjemahan Qs. Saba:28)

7. Agama Yang Diridhai

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah. Sebab Islamlah satu-satunya Agama yang diturunkan Allah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia. Sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam Surah Ali Imran ayat 19 dan al-Maidah ayat 3:

“Sesungguhnya agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam” (terjemahan Qs. Al-Maidah [5]:3).

8. Agama Nikmat

Islam merupakan nikmat paling sempurna dan paling berharga yang Allah karuniakan kepada manusia. Sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam surah Al-maidah ayat 3;

Ini merupakan ni’mat Allah yang paling besar kepada ummat ini, dimana Allah teleh menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak butuh kepada agama selain Islam, tidak butuh kepada nabi lain selain nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karen Allah telah menjadikan Islam sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin.

9. Agama pertengahan

Islam juga merupakan agama pertengahan (wasath). Pertengahan yang dimaksud adalah pertengahan diantara dua kutub ekstrim yang semuanya buruk. Bukan pertengahan antara yang baik dan buruk.

Wasathiyah Islam diterangkan oleh Allah dalam surah Al-Baqarah [2] ayat  143: “Demikialah kami jadikan kalian (ummat Islam) sebagai ummat pertengahan (ummatn wasathan)”. Makna ummatan wasathan dalam ayat ini adalah al-khiyar (pilihan), al-ajwad (terbaik), dan adil. umat yang adil dalam artian tidak berlebihan dan tidak memudah-mudahkan.[]
***
Oleh Syamsuddin al-Munawy, S.Pd.I., M.Pd.I.
Sumber : Majalah Sedekah Plus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *