Kita mungkin sudah mendengar berita duka yang terjadi di kota Madinah. Telah terjadi peledakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab di dekat masjid Nabawi. Hal ini membuat keresahan bagi seluruh kaum muslimin khusunya yang tinggal di Madinah.

Mungkin, orang tersebut berniat menghancurkan Masjid Nabawi –wallahu ‘alam—. Tapi, siapa pun dia tidak akan pernah ada yang bisa menghancurkan tempat tersebut, kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengapa?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda;

لاَ يَكِيدُ أَهْلَ المَدِينَةِ أَحَدٌ، إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ المِلْحُ فِي المَاءِ

“Tidak seorang pun yang berbuat makar kepada penduduk Madinah, kecuali dia akan binasa seperti leburnya garam di dalam air.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sa’ad radhiyallahu’anhu).

Madinah adalah tanah haram Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, negeri hijrahnya dan tempat turunnya wahyu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Madinah adalah tanah haram antara ‘Air dengan Tsur. Barangsiapa berbuat kotor di antara keduanya atau melindungi orang yang kotor di antara keduanya, ia mendapatkan laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia, taubat dan ganti tidak diterima darinya. Tumbuh-tumbuhan keringnya tidak boleh ditebang, hewan buruannya tidak boleh diusir, barang yang tercecer di dalamnya tidak boleh diambil kecuali bagi orang yang ingin mengumumkannya, orang tidak boleh membawa senjata di dalamnya untuk membunuh, dan salah satu pohonnya tidak boleh ditebang kecuali seseorang ingin memberikannya kepada untanya,” (Diriwayatkan Muslim).

Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya iman pasti berkumpul di Madinah sebagaimana ular berkumpul di liangnya. Tidaklah seseorang bersabar terhadap kesulitan Madinah dan kesusahannya melainkan aku memberi syafa’at kepadanya atau menjadi saksi baginya pada hari kiamat,” (Muttafaq Alaih).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda, “Sesungguhnya Madinah itu seperti alat peniup api yang membuang hal-hal yang buruk padanya dan hal-hal yang baik menjadi bersinar,” (Diriwayatkan Muslim).

Masih diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Madinah adalah baik bagi mereka jika mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkannya karena membencinya melainkan Allah menggantinya di dalamnya dengan orang yang lebih baik daripadanya dan tidaklah seseorang tegar terhadap kesulitan Madinah dan kesusahannya, melainkan aku memberinya syafa’at atau menjadi saksi baginya pada hari kiamat.”

Sungguh, luar biasa kota Nabi ini. Tempat yang memiliki berbagai keutamaan. Dan bagi saudara kita yang kini mengalami musibah di sana, berbahagialah. Sebab, insya Allah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan memberikan syafa’atnya jika kita tegar menghadapinya. Wallahu ‘alam. []

Sumber : Majalah Sedekah Plus Edisi 31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *