LAZISWahdah.com, Lombok — Dingin dan gelap, hanya lampu neon beberapa watt saja yang bergelantungan rendah menerangi ratusan jiwa di pengungsian Desa Madayin, Kecamatan Sombelia, Lombok Timur.

Di tempat tersebutlah mereka menggelar terpal seadanya, inisasi swadaya masyarakat setempat akibat rumah-rumah yang retak dan hancur berkeping, juga termasuk terpal bantuan donatur LAZIS Wahdah yang baru saja dibangun. Dari sanalah mereka mengalun mimpi dari balik selembar selimut, sementara fisik tetap awas manakala guncangan gempa susulan datang, Rabu (1/8).

Di malam hari kondisi masih tetap sama. Beberapa warga masih terjaga di beberapa titik pengungsian. Hawa dingin menusuk belulang dengan keadaan kemah yang tanpa sekat dan dedinding membuat mereka tak enak untuk beristirahat. Bahkan beberapa anak masih belum bisa tidur. Nampak jelas lingkaran hitam di kantong mata mereka karena berusaha menahan kantuk yang luar biasa. Bukan tak ingin tidur melainkan sulit karena kondisi terus saja mengganggu kenyamanan mereka.

”Belum bisa tidur kak,” ungkapnya sambil menggigil menahan dingin selepas makan malam seadanya malam itu.

Ingatan tentang guncangan gempa beberapa hari yang lalu masih terekam dengan jelas. Bahkan gempa susulan yang beberapa kali terjadi membuat psikis mereka sedikit terganggu.

”Kami takut pulang kak. Soalnya rumah masih agak rawan ditempati,” ucap Urwa kepada kak Syuaib, relawan LAZIS Wahdah saat esok harinya memberikan penanganan psikologi kepada puluhan anak pengungsi.

Itu hanya sedikit penjelasan mengenai bagaimana tekanan psikologi anak-anak pengungsi di tempat tersebut. Bahkan untuk beristirahat saja mereka masih ketakutan. Jangan biarkan anak-anak sekecil mereka menanggung beban sendiri. Setidaknya kita bantu mereka dengan harta-harta kita. Jika raga tak bisa hadir minimal harta dan doa yang kita sampaikan.

Donasi bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri (451) nomor rekening : 499 900 9005 a.n LAZIS Wahdah Peduli Negeri dan konfirmasi transfer ke 085315900900. Terima kasih atas bantuan Anda dan semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *