LAZISWahdah.com, Donggala — Tiga pekan pasca bencana alam yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, ummat Islam masih melaksanakan ibadah salat jumat di masjid-masjid darurat. Para Khatib Jumat mengajak Ummat Islam di wilayah terdampak agar kembali bangkit menuju kehidupan normal.

Salah satu program “Recovery” Wahdah Islamiyah dibidang keruhanian adalah dengan mengirimkan beberapa dai untuk menjadi khatib Jumat dibeberapa tempat, baik yang berada di kota Palu, Sigi, maupun Donggala.

Di Masjid Darurat Kamp Pengungsian Desa Lambonga, Kec. Balesang, Kab. Donggala yang menjadi Khatib Jumat kali ini adalah Relawan LAZIS Wahdah Islamiyah, ustadz Miftah yang juga merupakan Mahasiswa STIBA Makassar Angkatan 2013..

Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan tentang hikmah dibalik musibah dan bersabar menghadapinya.

“Hikmah dibalik musibah ini, Allah menginginkan kita agar kembali kepada-Nya, mengingat-Nya akan kebesaran Allah bahwasanya Allah lah yang menggoncangkan bumi sehingga terjadi gempa bumi dan tsunami, tidaklah Allah melimpahkan musibah kepada suatu kaum melainkan Allah ingin menguji keimanan dan kesabaran kita”, ujar ustadz miftah di hadapan jamaah, Jumat (26/10).

Pak Masdar salah seorang jamaah shalat Jum’at mengatakan “kami salut kepada Relawan Wahdah Islamiyah karena setelah kami telusuri merekalah yang pertama kali datang ke daerah kami memberikan bantuan ketika kami sangat membutuhkan bantuan”, ujarnya setelah selesai shalat jum’at.

Kordinator Lapangan Relawan Wahdah Islamiyah Alimuddin menjelaskan, Wahdah Islamiyah selalu mengirimkan relawannya untuk menjadi khatib shalat Jumat di sejumlah Masjid darurat, baik yang dibangun langsung oleh Wahdah Islamiyah mapun Masjid hasil swadaya masyarakat korban gempa.

Dalam setiap materi dakwahnya, para relawan mengajak para pengungsi untuk bangkit kembali mengisi hari-harinya dengan kembali bekerja dan beribadah.

Selain menyiapkan sarana dan prasarana Masjid darurat, Wahdah Islamiyah juga melakukan pembinaan rohani kepada pengungsi korban bencana alam di Sulteng. Kegiatannya antara lain berupa melatih anak – anak belajar membaca dan menghafal Al Qur’an, serta pengajian ibu-ibu yang ada di majelis-majelis taklim di pengungsian. []

Laporan: Muh. Akram Wahdah Peduli
Lokasi : Posko Desa Lombonga

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *